[Home] [Cara Promosi] [What's New] [Search Engine] [Pendahuluan] [Apa Itu Saham?] [Mengenal Saham] [Security] [Analisa] [Sumber Daya Informasi] [Panduan Investasi] [Alat Bantu]

Mengenal Saham Lebih Jauh


Sektor Saham

Sebelum mulai investasi saham, kita perlu mengetahui dan memahami secara umum kategorisasi saham. Saham-saham yang tercatat di BEJ dikelompokkan ke dalam 9 sektor menurut klasifikasi industri yang telah ditetapkan BEJ, JASICA (Jakarta Stock Exchange Industrial Classification), yaitu :

Pertanian
Pertambangan
Industri dasar dan kimia
Aneka Industri
Industri barang konsumsi
Properti dan real estate
Infrastruktur, utilitas, dan transportasi
Keuangan
Perdagangan, jasa dan investasi

Setiap sektor di atas terdiri atas sejumlah sub sektor. Contoh, sektor industri dasar dan kimia terdiri dari subkategori semen, keramik perselen dan kaca, logam dan sejenisnya, kimia, plastik dan kemasan, pakan ternak, kayu dan pengolahannya, pulpen dan kertas.

Masing-masing sektor dan subsektor tersebut mempunyai kekhususan tertentu. Dalam setiap subsektor terdiri atas satu atau lebih perusahaan sejenis.
Contoh:

Sub Sektor semen terdiri atas:

INTP (Indocement Tunggal Prakasa Tbk),
SMCB (Semen Cibinong Tbk),
SMGR (Semen Gresik Persero Tbk).


Fraksi Harga

Secara harfiah, fraksi harga dapat diartikan sebagai nilai perubahan harga dalam perdagangan saham. Di Bursa Efek Jakarta saat ini terdapat tiga fraksi saham yang digunakan, yaitu:

Harga Saham Fraksi Harga
< Rp 500 Rp 5
Rp 500 s/d < Rp 5000 Rp 25
> Rp 5000 Rp 50

Harga saham yang menjadi patokan untuk menentukan fraksi harga adalah harga penutupan hari sebelumnya. Contoh

Pada tanggal 19/2/2001, MPPA (Matahari Putra Prima Tbk) ditutup pada harga Rp 485, sehingga pada hari bursa berikutnya, 20/2/2001, digunakan fraksi saham Rp 5.
Pada tanggal 20/2/2001, MPPA ditutup pada harga Rp 510, maka pada keesokan harinya, 21/2/2001, digunakan fraksi saham Rp 25.
Transaksi yang terjadi pada tanggal 21/2/2001 itu adalah pada harga Rp 475, Rp 500 , dan Rp 525 (fraksi 25-an) dengan harga penutupan Rp 475.
Pada tanggal 22/2/2001 kembali digunakan fraksi Rp 5 karena harga penutupan sebelumnya Rp 475.


Sedangkan untuk warrant fraksi harganya:
Harga Warrant Fraksi Harga
s/d Rp 100 Rp 1
Rp 101 s/d Rp 1.000 Rp 5
Rp 1.001 s/d Rp 5.000 Rp 10
> Rp 5.000 Rp 25

Istilah Harga Saham

Di bursa saham kita mengenal beberapa istilah berbahasa inggris yang terkait dengan harga saham, seperti open, high, low, close, bid, dan ask . Berikut penjelasannya istilah harga tersebut:
Open (Pembukaan) : harga yang terjadi pada transaksi pertama satu saham.
High (tertinggi) : harga tertinggi transaksi yang tercapai pada satu saham.
Low (terendah) : harga terendah transaksi yang tercapai pada satu saham.
Close (penutupan) : harga yang terjadi pada transaksi terakhir satu saham.
Bid (minat beli) : harga yang diminati pembeli untuk melakukan transaksi.
Ask (minat jual) : harga yang diminati penjual untuk melakukan transaksi.


Bagaimana Memulai Investasi Saham

Perdagangan saham tidak dapat dilakukan secara langsung antara pembeli saham dan penjual saham, tetapi hanya dapat dilakukan di bursa efek melalui perusahaan sekuritas.

Saat ini, di Indonesia terdapat dua bursa saham, yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) atau Jakarta Stock Exchange (JSX) dan Bursa Efek Surabaya (BES) atau Surabaya Stock Exchange (SSX).

Transaksi di BEJ dilakukan pada jadwal sebagai berikut:

Senin - Kamis
Sesi I jam 09.30-12.00 WIB
Sesi II jam 13.30-16.00 WIB

Jumat
Sesi I jam 09.30-11.30 WIB
Sesi II jam 14.00-16.00 WIB

Untuk memulai investasi saham, kita terlebih dahulu perlu mendaftar menjadi nasabah suatu perusahaan sekuritas yang merupakan anggota bursa. Anda perlu berhati-hati terhadap sejumlah perusahaan sekuritas "liar" yang tidak merupakan anggota bursa.

Pada saat pendaftaran ini biasanya kita diminta mengisi formulir pendaftaran, surat pernyataan persetujuan terhadap ketentuan yang berlaku, fotocopy tanda pengenal diri (KTP), dan menyetorkan uang deposit yang besarnya bervariasi diantara perusahaan sekuritas.

Setelah dilakukan pengecekan oleh perusahaan sekuritas tersebut, kita akan mendapatkan nomor account nasabah (customer id) sebagai tanda pengenal dalam bertransaksi.

Setelah itu, kita dapat mulai melakukan investasi saham dengan melakukan pembelian saham perdana. Namun, sebaliknya Anda tidak terburu-buru berinvestasi saham sebelum Anda memahami terlebih dahulu lika-liku dunia saham ini. Caranya, antara lain dengan membaca dan memahami metode kami terlebih dahulu. Anda diharapkan dapat memahami benar-benar faktor risiko dan harapan keuntungan dari saham ini.

Harga saham dapat bergerak naik atau turun. Tidak ada jaminan bahwa jika suatu perusahaan mempunyai laba yang baik, harga sahamnya akan stabil naik. Walaupun labanya besar, karena sesuatu sebab, suatu perusahaan bisa saja harganya terus menerus turun.

Juga, tidak ada jaminan bahwa pembagian dividen yang besar menunjukkan bahwa kondisi perusahaan tersebut baik.
Proses Terjadinya Transaksi Jual-Beli

Sebelum mulai membeli saham, Anda perlu memahami terlebih dahulu sistem perdagangan di bursa efek. Di bursa efek ini terdapat pihak pembeli dan penjual.

Jumlah saham yang dijual menggunakan satuan standar lot, yaitu sebanyak 500 saham untuk saham nonperbankan. Namun ada juga perdagangan di bursa yang tidak sesuai standar lot. Hal ini dikenal dengan istilah odd lot.

Para pembeli mempunyai harga beli (bid price) tertentu dan penjual juga mempunyai harga jual (ask price) tertentu yang diinginkan. Transaksi jual dan beli akan terjadi (match atau done) bila terdapat kecocokan harga antara harga beli dan harga jual.

Daftar pembeli dan penjual yang transaksinya belum match dapat kita lihat pada order book. Di order book ini tercantum daftar harga dan jumlah lot yang ingin ditransaksikan.

Contoh order book adalah sebagai berikut:
BidVol Bid Ask AskVol
50 900 925 25
75 875 950 100
165 850 975 200
10 825 1000 50

BidVol : jumlah lot saham yang ingin dibeli
Bid : harga yang ingin dibeli
Ask : harga yang ingin dijual
AskVol : jumlah lot saham yang ingin dijual


Cara membaca order book: terdapat total 50 lot saham yang ingin dibeli pada harga Rp 900 dan terdapat 25 lot saham yang ingin dijual pada harga Rp 925, dan seterusnya.

Proses pencocokan order beli dan order jual ini dilakukan secara otomatis oleh komputer engine perdagangan bursa. Di Bursa Efek Jakarta dikenal dengan nama JATS (Jakarta Automated Trading System).

Transaksi terjadi berdasarkan prioritas harga dan waktu. Dari contoh di atas prioritas harga adalah beli 900 dan harga jual 925.

Prioritas waktu menggunakan sistem FIFO (First in First Out), maksudnya order beli/jual pada harga tertentu yang dimaksudkan terlebih dahulu akan diproses terlebih dahulu.
Contoh:

Pada order book saham ABCD sudah terdapat peminat beli dari B1 di Rp 550 sebanyak 5 lot dan belum ada peminat jual di harga tersebut. Jumlah lot peminat beli ini dikenal dengan istilah bid volume.

Kemudian, peminat beli B2 juga ingin membeli saham ABCD di harga beli Rp 550 sejumlah 10 lot. Maka, di order book saham ABCD sekarang di harga Rp 550 terdapat 15 lot.

Setelah itu, penjual J1 ingin menjual sejumlah 12 lot di harga Rp 550. Maka di order book akan terdapat peminat jual Rp 550 sejumlah 12 lot. Jumlah lot peminat jual ini dikenal dengan istilah ask volume.

Komputer engine perdagangan bursa akan memproses transaksi yang cocok (match) sebagai berikut:

1. Transaksi antara B1 dan J1 di Rp 550 sebanyak 5 lot.

2. Transaksi antara B2 dan J1 di Rp 550 sebanyak 7 lot.

Di order book saham ABCD akan tercatat peminat beli di harga Rp 550 sebanyak 3 lot (sisa dari pembeli B2 yang belum cocok).

Kemudian, penjual J2 juga ingin menjual di harga Rp 550 sejumlah 5 lot. Di order book akan tercatat order jual di Rp 550 sebanyak 5 lot.

Komputer engine perdagangan bursa akan memproses transaksi yang cocok (match) sebagai berikut:

3. Transaksi antara B2 dan J2 di Rp 550 sebanyak 3 lot.

Di order book saham ABCD akan tercatat sisa order jual yang belum cocok di Rp 550 sebanyak 2 lot. Demikian seterusnya....
Prosedur Membeli Saham

Setelah mendapatkan nomor account nasabah suatu perusahaan sekuritas, Anda dapat memulai membeli saham. Untuk membeli suatu saham Anda dapat menghubungi broker perusahaan sekuritas tersebut dengan menyampaikan nama saham, jumlah saham, dan harga pembelian. Oleh broker, transaksi akan diteruskan ke floor trader perusahaan sekuritas tersebut untuk di-entry-kan ke sistem komputer bursa efek.

Dalam menetapkan harga pembelian yang Anda inginkan, sebaiknya Anda telah melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap saham tersebut, pada level harga berapa Anda akan membeli saham tersebut. Sering kali Anda perlu antri pada harga beli tertentu karena ada sejumlah pembeli yang sudah menempatkan order beli mereka terlebih dahulu.

Di sinilah dilatih kesabaran Anda. Ada kalanya Anda perlu sabar menunggu transaksi Anda match di level tersebut. Karena bisa saja terdapat sejumlah penjual yang karena sesuatu hal yang menganggap harga beli (bid price) tersebut cukup baik bagi dia.

Bila Anda tidak sabar menunggu atau Anda merasa yakin saham tersebut akan cukup bernilai untuk dibeli pada level harga jual (ask price), bisa saja Anda menempatkan order beli pada level harga jual yang terendah di order book.

Bila transaksi Anda cocok, biasanya perusahaan sekuritas akan menginformasikan 'Buy Order Confirmation' pada Anda pada saat itu juga atau pada jangka waktu tertentu, biasanya paling lambat pada hari bursa berikutnya. Sebaiknya Anda mencatat setiap transaksi yang terjadi.

Jika transaksi Anda match, Anda perlu mentransferkan dana senilai jumlah transaksi tersebut ditambah biaya (fee) pembelian ke rekening perusahaan sekuritas dalam periode waktu yang sudah ditentukan. Bila Anda masih memiliki cukup saldo dana deposit di rekening perusahaan sekuritas tersebut, dana yang dibutuhkan dapat dikurangkan dari saldo dana Anda tersebut.

Besarnya biaya pembelian ini bervariasi antar perusahaan sekuritas, tapi rata-rata sekitar 0,3% dari nilai transaksi pembelian dengan minimum biaya tertentu. Ada perusahaan sekuritas yang menetapkan biaya pembelian 0,3% dengan biaya minimum per hari Rp 15.000 namun ada juga yang menetapkan Rp 25.000 untuk pembelian 5.000 lembar pertama dan 0,1% untuk pembelian selanjutnya.

Tanyakan pada perusahaan sekuritas Anda mengenai besarnya biaya pembelian ini.
Prosedur Menjual Saham

Untuk menjual suatu saham, Anda harus telah memilikinya terlebih dahulu. Anda sebaiknya tidak melakukan short-selling walaupun mungkin hal ini dapat difasilitasi oleh perusahaan sekuritas Anda.

Short-Selling adalah istilah dimana kita meminjam saham yang tidak kita miliki untuk kemudian menjual saham tersebut. Hal ini dilakukan dengan harapan harga saham tersebut akan turun, sehingga kita dapat memperoleh keuntungan saat membelinya kembali di harga yang lebih rendah.

Jika Anda melakukan short-selling , risikonya adalah mengalami kerugian jika harga saham pada saat kita membelinya kembali ternyata lebih tinggi dari harga saat kita menjualnya.
Contoh:

Anda melakukan short-selling saham WXYZ sejumlah 10 lot (5.000 lembar) di harga Rp 2.725.

* Kemudian ternyata harganya terus menurun pada hari itu, sehingga Anda akhirnya membeli di harga Rp 2.500. Dalam contoh ini Anda akan memperoleh keuntungan sebesar:

Nilai penjualan = (5000 x Rp 2.725) - fee jual
Nilai pembelian = (5000 x Rp 2.500) + fee beli
Keuntungan = 1.125.000 - fee beli - fee jual

* Jika ternyata harganya naik terus dan Anda terpaksa membeli di harga Rp 2.950, Anda akan menderita kerugian sebesar:

Nilai penjualan = (5000 x Rp 2.725) - fee jual
Nilai pembelian = (5000 x Rp 2.950) + fee beli
Kerugian = 1.125.000 + fee beli + fee jual

Sebagai investor saham pendatang baru, Anda tidak dianjurkan untuk melakukan short-selling ini.

Untuk menjual suatu saham Anda dapat menghubungi broker perusahaan sekuritas tersebut dengan menyampaikan nama saham, jumlah saham, dan harga penjualan. Setelah dilakukan validasi bahwa kita memang memiliki cukup saham tersebut, transaksi akan diteruskan ke floor trader perusahaan sekuritas tersebut untuk dimasukkan ke sistem komputer bursa.

Dalam menetapkan harga penjualan yang anda inginkan ini, sebaiknya Anda telah melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap saham tersebut. Pada level harga berapa Anda akan menjual saham tersebut. Sering kali Anda perlu antri pada harga jual tertentu karena ada sejumlah penjual yang sudah menempatkan order jual mereka terlebih dahulu.

Di sinilah dilatih kesabaran Anda. Ada kalanya Anda perlu sabar menunggu transaksi Anda match di level tersebut. Karena bisa saja terdapat sejumlah pembeli yang karena sesuatu hal menganggap harga jual (ask price) tersebut cukup baik bagi dia.

Bila Anda tidak sabar menunggu atau Anda merasa yakin saham tersebut akan cukup bernilai untuk dijual pada level harga beli (bid price), bisa saja Anda menempatkan order jual pada level harga beli yang tertinggi di order book.

Bila transaksi Anda cocok, biasanya perusahaan sekuritas akan menginformasikan "Sell Order Confirmation" pada Anda pada saat itu juga atau pada jangka waktu tertentu, biasanya paling lambat pada hari bursa berikutnya. Sebagaimana saat pembelian, untuk penjualan ini sebaiknya Anda juga mencatat setiap transaksi yang terjadi.

Jika transaksi Anda match, Anda baru akan memperoleh dana senilai jumlah transaksi tersebut dikurangi biaya (fee) penjualan di rekening Anda di perusahaan sekuritas pada lima hari bursa berikutnya (H+5). Dana hasil penjualan tersebut akan menambah saldo dana deposit Anda. Di sejumlah perusahaan sekuritas kita dapat meminta untuk ditransferkan ke rekening bank kita.

Besarnya biaya penjualan ini bervariasi antar perusahaan sekuritas, tapi rata-rata sekitar 0,4 % dari nilai transaksi pembelian dengan minimum fee tertentu. Biaya penjualan ini lebih tinggi dibandingkan biaya pembelian karena terdapat tambahan pajak untuk transaksi penjualan ini. Tanyakan pada perusahaan sekuritas Anda mengenai rumus perhitungan biaya penjualan ini.

Security Account
Halaman Selanjutnya