[Home] [Cara Promosi] [What's New] [Search Engine] [Pendahuluan] [Apa Itu Saham?] [Mengenal Saham] [Security] [Analisa] [Sumber Daya Informasi] [Panduan Investasi] [Alat Bantu]

Investasi Saham

Dalam memilih saham kita perlu menetapkan kriteria-kriteria umum yang objektif.Sebaiknya kita tidak membeli saham hanya berdasarkan pada rumor atau kabar angin yang beredar. Memang kita dapat memperoleh keuntungan jika rumor itu tepat, namun resikonya pun sangat besar. Investor pemula sering kali kalah langkah dibandingkan para investor besar atau bandar dalam mengantisipasi rumor ini.

Kriteria Memilih Saham

Dalam memilih saham kita perlu memperhatikan hal-hal antara lain:
  • Laba bersih maupun laba kotor perusahaan
  • Laju pertumbuhan laba
  • Laju pertumbuhan pendapatan
  • PER (Price Earning Ratio)
  • PBV (Price to Book Value)
  • Rasio hutang
  • Manajemen perusahaan, seberapa jauh perusahaan tersebut menjalankan prinsip-prinsip pengelolaan perusahaan yang baik (Good Corporate Governance)
  • Persaingan industri sejenis
  • Kondisi perekonomian negara, regional, dan internasional

    Bandingkan hal-hal di atas dengan saham perusahaan lain dengan bidang usaha pada sektor dan subsektor yang sama.
    Bila kita telah memilih saham-saham nominasi untuk dibeli, kita perlu mempelajari apakah saham-saham tersebut tepat untuk kita beli pada tingkat harga sekarang.
    Tingkat harga yang sekarang tidak dapat menentukan apakah suatu saham murah atau mahal. Suatu saham yang merugi besar dengan harga Rp 25 dapat dianggap lebih mahal dari saham yang memiliki pendapatan dan keuntungan yang terus meningkat dengan harga Rp 2.900.
    Suatu saham dapat dikatakan murah jika saham tersebut dijual pada sisi bawah dari kisaran PER normal atau proyeksi PER saham tersebut. Hal ini sering diistilahkan undervalued.
    Sedangkan saham dapat dikatakan mahal jika saham tersebut dijual pada sisi atas dari kisaran PER normal atau proyeksi PER tersebut. Hal ini sering diistilahkan overvalued.
    selain hal-hal yang bersifat fundamental di atas, kita juga dapat melengkapinya dengan melakukan analisa teknikal masing-masing saham tersebut.

    Kapan Menjual Saham?

    Sulit bagi kita untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk menjual suatu saham. Salah satu pedoman yang dapat kita gunakan yaitu dengan menerapkan kriteria pada saat kita memilih untuk membeli saham tersebut. Jika kriteria tersebut tidak terpenuhi lagi maka kita dapat menjual saham tersebut.
    Pedoman lainnya yang digunakan oleh investor saham adalah dengan menetapkan suatu tingkat penurunan harga sebagai pencetus penjualan saham tersebut. Misalnya, jika harga saham turun 15%. Namun kita perlu memperhatikan apa penyebab penurunan saham tersebut. Apakah disebabkan oleh faktor intrinsik perusahaan ataukah memang karena bursa sedang menurun? Jika bursa sedang menurun, kurang tepat jika kita menjual saham tersebut.
    ada nasihat dari Peter J.Tanous dalam bukunya Investment Gurus bahwa kurang tepat jika investor saham membuat keputusan menjual berdasarkan apakah mereka mempunyai laba atau menderita kerugian. Investor ini tidak akan menjual saham pada suatu posisi merugi.

    Evaluasi Kinerja

    Secara periodik, setiap enam bulan atau satu tahun, kita perlu melakukan pengkajian terhadap saham-saham yang kita miliki. Seberapa besar nilai keuntungan atau kerugian yang berhasil kita raih. Apakah nilai tersebut sesuai dengan sasaran kita? sebagai benchmark atau pembanding dalam melakukan evaluasi kinerja ini kita dapat menggunakan IHSG.

    Gaya Investasi Saham

    Ada berbagai gaya dalam dunia investasi ini. Gaya investasi ini dimaksudkan sebagai panduan umum bagi investor dalam melakukan kegiatan investasinya.

    Gaya Investasi Pertumbuhan

    Dalam memilih saham, investor dengan gaya investasi pertumbuhan mencari saham dengan kecenderungan yang kuat dalam laju pertumbuhan penjualan dan pendapatan. Saham ini pada umumnya berasal dari industri yang sedang berkembang.
    Anda dapat melakukan analisa data pertumbuhan penjualan dan pendapatan ini dari laporan-laporan keuangan yang ada. Ingat bahwa Anda dapat mendownload data laporan keuangan sejak tahun 1990 dari situs BEJ.
    Perusahaan-perusahaan dengan tingkat pertumbuhan tinggi pada umumnya sahamnya dijual dengan PER (Price Earning Ratio) tinggi. Jika Anda membeli saham-saham pertumbuhan,dan jika Anda keliru, Anda akan mengalami kerugian besar. Saham dengan PER tinggi memiliki tingkat toleransi yang terbatas. Jika laporan keuangan mengecewakan akan menyebabkan penurunan harga saham dengan cepat.

    Gaya Investasi Nilai

    Investor dengan gaya investasi nilai mencari saham dengan PBV (Price to Book value) dan PER (Price Earning Ratio) yang rendah. Harga saham tersebut lebih rendah dari nilai bukunya dan rasio harga pendapatan pun rendah.
    Yang dicari para investor nilai ini adalah perusahaan-perusahaan yang harga sahamnya jatuh pada masa-masa sulit, namun memiliki masa depan cerah.
    Investasi nilai ini memerlukan kesabaran karena sulit untuk memprediksi kapan harga saham berbalik ke atas kembali.

    Gaya Investasi Momentum

    Investor dengan gaya invesati momentum ini berpedoman pada hukum Newton I yang menyatakan bahwa benda yang bergerak cenderung untuk bergerak sampai ada gaya lain melakukan intervensi.
    Investor dengan gaya ini tertarik pada saham-saham dengan momentum kenaikan harga harga kuat.

    Gaya Investasi Atas ke Bawah

    Investor dengan gaya invesati atas ke bawah ini terlebih dahulu mempelajari atau melihat kondisi ekonomi secara keseluruhan untuk menentukan sektor dan subsektor apa yang menarik untuk dibeli. Setelah itu mereka menganalisa saham-saham di sektor dan subsektor itu dan memilih satu atau lebih saham yang terbaik.

    Gaya Investasi Bawah ke Atas

    Investor dengan gaya ini merupakan kebalikan dari gaya atas ke bawah. Pada gaya investasi bawah ke atas ini, investor menganalisa saham-saham perusahaan yang menarik dan memilih satu atau lebih saham tersebut.

    Gaya investasi mana yang terbaik? Tidak ada jawaban untuk pertanyaan ini. Ada periode dimana suatu gaya investasi mengungguli gaya investasi lainnya, dan sebaliknya gaya investasi lainnya lebih unggul pada periode yang berbeda.
    Kita sebaiknya menyeimbangkan gaya-gaya investasi tersebut pada portfolio saham kita, karena diharapkan akan tercipta keseimbangan kinerja dari periode ke periode.

    Kunci Keberhasilan

    Dalam bukunya yang berjudul Market Master, Jake Bernstein menyebutkan kunci-kunci keberhasilan dalam berinvestasi, yaitu:
    Kesabaran
    Kesabaran merupakan faktor yang penting, karena jika kita kekurangan aspek ini, kita sering terlalu cepat merealisasikan keuntungan atau kerugian.
    Kemampuan untuk menerima dan segera merealisasikan kerugian bila terdapat indikasi. sering kali sulit bagi kita untuk merealisasikan kerugian ini dan pada akhirnya kita menderita kerugian yang jauh lebih besar.
    Ketekunan dan keteguhan hati
    Hal ini merupakan salah satu komponen teratas untuk keberhasilan investor.

    Tips lainnya adalah:
    Jangan mengharapkan kesuksesan dengan cepat. Tetapkan harapan pada level yang minimum. Jangan berharap terlalu tinggi.
    Jangan memaksakan untuk membeli atau menjual saham bila waktunya tidak tepat.
    Gunakan buku catatan untuk mempelajari kesuksesan dan kegagalan

    Alat Bantu
    Halaman Selanjutnya