[Home] [Cara Promosi] [What's New] [Search Engine] [Pendahuluan] [Apa Itu Saham?] [Mengenal Saham] [Security] [Analisa] [Sumber Daya Informasi] [Panduan Investasi] [Alat Bantu]

SELAMAT DATANG DI MEMBER'S AREA INVESTASI SAHAM

Silakan Anda baca dengan teliti Panduan Investasi Saham yang kami paparkan kepada Anda, Setelah Anda membaca semua petunjuk yang ada, anda dapat memulai berinvestasi saham dengan segera. Untuk itu Anda perlu mempelajari seluk beluk investasi saham ini terlebih dahulu agar Anda bisa terhindar dari kerugian yang tidak seharusnya terjadi.

----Semoga Sukses----

Jangan meletakkan semua telur dalam satu keranjang.
Ini adalah pepatah Cina populer yang lazim kita dengar dalam dunia investasi. Jika keranjang jatuh, semua telur di dalamnya bisa pecah.

Ketika melakukan investasi sebaiknya kita juga tidak menempatkan investasi hanya pada satu jenis media investasi saja. Sebaiknya kita melakukan diversifikasi media investasi. Selain untuk faktor keamanan cara ini juga bisa untuk meningkatkan keuntungan dari hasil investasi yang kita lakukan.


Alternatif Media Investasi

Ada sejumlah media investasi yang lazim dipilih oleh investor perseorangan dewasa ini, seperti deposito, tabungan, valuta asing, saham, reksadana, logam mulia, tanah, atau rumah. Setiap jenis media investasi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ada yang tingkat keamanannya tinggi, namun tingkat keuntungan hasil investasinya terbatas seperti tabungan. Ada juga media investasi yang relatif kurang likuid karena memerlukan waktu untuk menjualnya, misal tanah dan rumah.

Masing-masing media investasi ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi suatu negara. Contohnya, bila kondisi laju inflasi tinggi, biasanya otoritas moneter melakukan kebijakan pengetatan likuiditas (tight money policy). Hal ini pada umumnya dilakukan dengan meningkatkan suku bunga simpanan. Dari kebijakan ini diharapkan dana masyarakat dapat tersedot ke perbankan dan laju inflasi dapat dikendalikan. Hal ini pernah terjadi pada tahun 1997-1998 dimana suku bunga deposito meningkat tajam, bahkan sempat melebihi 70% per tahun. Selain itu untuk mengurangi laju inflasi, hal tersebut juga bertujuan untuk meredam depresiasi rupiah.

Terdepresiasinya mata uang rupiah terhadap mata uang asing secara tajam sejak Juni 1997 merupakan akibat dari berbagai faktor yang kompleks, baik faktor domestik Indonesia,regional, maupun internasional.

Bank Indonesia sebagai pemegang otoritas moneter di Indonesia telah berupaya untuk dapat menstabilkan nilai tukar rupiah ini. Namun, BI tidak dapat bekerja sendiri. BI perlu didukung oleh berbagai faktor, seperti politik dan keamanan domestik Indonesia. Untuk mengurangi spekulasi terhadap nilai rupiah, Bank Indonesia telah menerapkan berbagai kebijakan antara lain melakukan penyesuaian secara periodik tingkat suku bunga SBI, pembatasan transaksi rupiah ke non penduduk Indonesia, dll.

Bursa saham pun tidak terlepas dari pengaruh faktor-faktor ekonomi maupun nonekonomi yang ada. Ada kalanya bursa saham begitu bergairah dan nilai saham meningkat. Namun, ada kalanya bursa saham lesu dan nilai saham menurun.

Ukuran umum mengenai perkembangan bursa secara keseluruhan dinyatakan dengan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan atau composite index). IHSG ini merupakan hasil perhitungan dari seluruh harga saham yang ada dengan dipengaruhi oleh faktor besarnya kapitalisasi pasar suatu saham. Saham dengan kapitalisasi besar mempunyai pengaruh terhadap indeks lebih besar dibanding saham dengan kapitalisasi kecil.

Nilai kapitalisasi pasar adalah nilai seluruh saham yang dihitung berdasarkan harga yang terakhir terjadi. Nilai dasar adalah nilai yang dihitung berdasarkan harga perdana dari masing-masing saham atau berdasarkan harga yang telah dikoreksi jika perusahaan telah melakukan right issue, stock split atau pemberian saham bonus/dividen saham.

Cara perhitungan IHSG adalah tanggal 10 Agustus 1982 ditetapkan sebagai hari dasar dimana IHSG= 100.


IHSG = Nilai Kapitalisasi Pasar x 100
Nilai Dasar

Sebagai contoh pengaruh kapitalisasi saham terhadap IHSG yaitu setiap kenaikan Rp 25 saham TLKM (PT Telekomunikasi Indonesia Tbk) akan meningkatkan IHSG sekitar 0,5 angka. Sedangkan kenaikan Rp 50 saham ISAT (PT Indosat Tbk) akan meningkatkan IHSG lebih kurang 0,1 angka.

saham-saham dengan kapitalisasi besar sering digunakan untuk meningkatkan atau menurunkan IHSG. Bisa saja terjadi saham yang Anda miliki harganya tidak berubah, namun IHSG meningkat atau menurun tajam.

IHSG ini sering menjadi pedoman umum bagi para investor saham untuk mengambil posisi beli atau jual. Selain IHSG, di Bursa Efek Jakarta juga terdapat indeks LQ 45. Saham-saham yang masuk dalam perhitungan indeks LQ 45 didasarkan pada aspek likuiditas dan nilai kapitalisasi pasar.

Evaluasi terhadap saham-saham yang masuk LQ 45 ini dilakukan setiap enam bulanan. Daftar saham LQ 45 biasanya diumumkan pada akhir Januari dan Juli. Daftar saham yang termasuk LQ 45 dapat dilihat pada Tabel 1.1 berikut ini.


Tabel 1.1:Daftar Saham LQ-45(*)

KODE NAMA EMITEN
AALI Astra Agro Lestari Tbk
ALFA Alfa Retailindo Tbk
ANTM Aneka Tambang (persero) Tbk
ASGR Astra Graphia Tbk
ASII Astra International Tbk
AUTO Astra Otoparts Tbk
BASS Bahtera Adimina Samudra Tbk
BBCA Bank Central Asia Tbk
BCIC Bank CIC International Tbk
BHIT Bhakti Investama Tbk
BMTR Bimantara Citra Tbk
CMNP Citra Marga Nushapala P. Tbk
CPIN Charoen Pokphand Indonesia Tbk
FASW Fajar Surya Wisesa Tbk
GGRM Gudang Garam Tbk
GJTL Gajah Tunggal
HMSP H M Sampoerna Tbk
INDF Indofood Sukses Makmur Tbk
INKP Indah Kiat Pulp & Paper Tbk
INTP Indocement Tunggal Prakasa Tbk
ISAT Indosat Tbk
JIHD Jakarta Int I Hotel & Dev. Tbk
KLBF Kalbe Farma
KOMI Komatsu Indonesia
LPBN Bank Lippo Tbk
LPLI Lippo E-NET Tbk
LPPS Lippo Securities
MEDC Medco Energi international
MKDO Makindo Tbk
MLIA Mulia Industrindo
MLPL Multipolar
MPPA Matahari Putra Prima Tbk
MTDL Metrodata Electronics Tbk
PNBN Bank Pan Indonesia Tbk
RALS Ramayana
RMBA Bentoel International Inv Tbk
SMCB Semen Cibinong Tbk
SMGR Semen Gresik (persero) Tbk
TINS Timah Tbk
TKIM Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk
TLKM Telekomunikasi indonesia Tbk
TRIM Trimegah Securities Tbk
TSPC Tempo Scan Pacific
ULTJ Ultra Jaya Milk Tbk
UNTR United Tractors Tbk

Sumber: BEJ No.Peng-05/BEJ-DAG/U/01-2001 tanggal 30 Januari 2001

(*) Berlaku untuk periode Februari-Juli 2001

Untuk masing-masing sektor saham juga memiliki indeks sektor. Indeks sektor ini menggunakan semua saham yang termasuk di dalam masing-masing sektor.

Indeks Pertanian
Indeks Pertambangan
Indeks Industri Dasar
Indeks Aneka Industri
Indeks Industri Konsumsi
Indeks Properti
Indeks Infrastruktur
Indeks Keuangan
Indeks Perdagangan
Indeks Manufaktur


Untuk setiap saham juga terdapat IHSI (Indeks Harga Saham Individual). Perhitungan IHSI ini menggunakan prinsip yang sama dengan IHSG,yaitu:



IHSI = Harga Saham x 100
Harga Dasar

BEJ memberi angka dasar IHSI = 100 pada harga perdana, ketika saham pertama kali dijual ke masyarakat umum. Semakin tinggi nilai IHSI berarti harga saham tersebut semakin meningkat dibandingkan harga perdananya dan sebaliknya.

Indeks Terbaru di Bursa Efek Jakarta yaitu JII (Jakarta Islamic Index) mulai tanggal 3 Juli 2000. Indeks ini merupakan hasil kerjasama Bursa Efek Jakarta dengan PT Danareksa Investment Management.

Indeks ini menggunakan tanggal awal perhitungan 1 Januari 1995 dengan nilai awal 100 dimana metode perhitungan indeks sesuai dengan yang diterapkan BEJ. JII ini merupakan tolok ukur kinerja suatu investasi saham berbasis syariah. Syarat pemilihan saham pada umumnya sama dengan LQ 45, namun lebih ditekankan pada jenis usaha emiten yang tidak boleh bertentangan dengan syariah Islam, diantaranya:

bukan usaha yang tergolong judi
bukan lembaga keuangan konvensional
bukan usaha yang memproduksi, mendistribusi, dan memperdagangkan makanan/minuman yang tergolong haram
bukan usaha yang memproduksi, mendistribusi, atau menyediakan barang atau jasa yang merusak moral dan bersifat mudharat.

Selain itu berdasarkan laporan keuangan tahunan atau tengah tahun terakhir, rasio hutang terhadap aset maksimum sebesar 90%.

Indeks JII saat ini terdiri atas 30 saham. Evaluasi saham-saham yang termasuk dalam perhitungan JII ini dilakukan setiap 6 bulan sekali, yaitu setiap awal bulan Januari dan Juli.

APA ITU SAHAM ?
Halaman Selanjutnya