[Home] [Cara Promosi] [What's New] [Search Engine] [Pendahuluan] [Apa Itu Saham?] [Mengenal Saham] [Security] [Analisa] [Sumber Daya Informasi] [Panduan Investasi] [Alat Bantu]

Security Account

Secara periodik, mingguan, atau bulanan, perusahaan sekuritas akan mengirimkan pada kita security account atau stock ledger yang berisikan daftar saham-saham yang kita miliki.

Data-data yang terdapat pada security account ini adalah:

Nama, customer id, dan alamat kita
Tanggal laporan
Kode saham
Jumlah saham yang kita miliki
Total nilai pembelian
Total nilai berdasarkan harga penutupan terakhir saat laporan dibuat
Laba/rugi yang belum terealisasikan (unrealized gain/loss)
Saldo dana deposit kita di perusahaan sekuritas

Data di atas dapat bervariasi tergantung format laporan dari masing-masing perusahaan sekuritas.

Sebaiknya kita mencocokkan data security account ini dengan catatan transaksi kita.



Registrasi Saham

Maksud registrasi saham adalah mendaftarkan dan mengadministrasi saham yang telah dibeli atas nama pembeli ke Biro Administrasi Efek (BAE) yang ditunjuk oleh emiten. Registrasi saham ini dapat dilakukan oleh perusahaan sekuritas atas permintaan pembeli saham.

Setelah melakukan registrasi pembeli telah terdaftar sebagai pemegang saham dan berhak mendapatkan seluruh hak-hak sebagai pemegang saham, seperti hadir dalam RUPS, memperoleh dividen, dan mendapat bagian jika perusahaan dilikuidasi.

Sering kali pembeli tidak langsung meregistrasi saham yang baru dibelinya karena dikenakan biaya untuk registrasi ini. Proses registrasi baru dilakukan menjelang emiten melakukan corporate action seperti pembagian dividen, saham bonus, stock split, right issue, konversi saham ke sistem scriptless, dan RUPS.

Di Bursa Efek Jakarta, selain saham, juga diperdagangkan bukti right dan warrant.
Bukti Right

Selain melalui IPO, saham juga diterbitkan melalui proses right issue. Right issue merupakan hak bagi pemegang saham membeli hak baru yang dikeluarkan emiten. Investor tidak terikat untuk harus membelinya. Biasanya harga yang ditawarkan lebih murah daripada harga saham yang berlaku saat itu.

Right issue merupakan upaya emiten untuk meningkatkan jumlah saham yang beredar, guna menambah modal perusahaan. Dengan pengeluaran saham baru itu berarti investor harus mengeluarkan uang untuk membeli right issue. Kemudian uang ini akan meningkatkan modal perusahaan.

Perusahaan emiten yang mengeluarkan right issue ini biasanya menawarkan terlebih dahulu pada pemegang saham karena porsi kepemilikan mereka akan menurun.

Contoh:

PT ABCD melakukan right issue dengan ketentuan setiap pemegang lima lembar saham PT ABCD berhak membeli satu lembar saham baru hasil right issue PT ABCD.
Warrant

Sejumlah perusahaan menerbitkan warrant (surat hak beli saham dengan harga tertentu) kepada pemegang saham, biasanya sebagai bonus atau penarik. Contohnya pada saat IPO atau saat right issue.

Setiap warrant memberikan hak kepada pemegang warrant untuk mengkonversi warrant menjadi saham dengan harga tertentu. Warrant memiliki masa berlaku minimal 3 tahun dan pelaksanaan hak minimal 6 bulan setelah warrant diterbitkan.

Warrant diterbitkan oleh emiten yang sahamnya telah tercatat di bursa. Harga pelaksanaan hak atas warrant maksimal 125% dari harga saham terakhir pada hari diputuskannya penerbitan warrant oleh RUPS emiten.

Perjanjian penerbitan warrant memuat ketentuan tentang:

Perlakuan untuk warrant yang tidak dikonversi sampai jatuh tempo
Perlindungan pemegang warrant dari dilusi karena turunnya harga saham akibat keputusan perusahaan
Harga pelaksanaan warrant tidak menyimpang dari yang ditetapkan dalam perjanjian penerbitan warrant.
Stock Split

Stock Split adalah kegiatan yang dilakukan perusahaan emiten untuk menambah jumlah saham yang diperdagangkan dengan memecah (split) nilai nominal sahamnya. Kegiatan ini dilakukan untuk menurunkan harga sahamnya, sehingga diharapkan harga saham dapat lebih terjangkau dan saham tersebut dapat lebih aktif diperdagangkan.

Contoh:

Stock split yang dilakukan Indofood (INDF) pada 29 september 2000 dimana satu saham dengan nilai nominal semula Rp 500 dipecah menjadi 5 saham dengan nilai nominal Rp 100.
Istilah Cum dan Ex

Istilah Cum dan Ex ini sering digunakan pada tanggal-tanggal tertentu yang terkait dengan tindakan yang dilakukan perusahaan. Kedua istilah ini berasal dari bahasa Latin. Cum berarti 'dengan'. Sedangkan Ex berarti 'di luar'.

Cum dividen berarti berhak mendapatkan dividen yang akan dibagikan. Pembeli yang membeli saham sampai dengan tanggal terakhir cum dividen berhak memperoleh dividen yang akan dibagikan tersebut. Untuk itu pembeli saham tersebut harus segera melakukan registrasi saham melalui perusahaan sekuritasnya. Harap anda mengkonsultasikan lebih lanjut proses dan biaya registrasi ini pada bagian Registrasi perusahaan sekuritas Anda. Jangan sampai anda gagal memperoleh dividen hanya karena lalai dan terlambat melakukan proses registrasi ini.

Ex dividen berarti tidak memiliki hak untuk mendapatkan dividen yang akan dibagikan. Harap perhatikan tanggal cum dividen dan ex dividen ini. Hati-hati kalau Anda membeli saham pada tanggal ex-dividen, karena lazim terjadi pada tanggal ex-dividen ini, harga saham turun.


Cum bonus berarti berhak memperoleh saham bonus yang akan dibagikan. Sedangkan ex bonus berarti tidak berhak memperoleh saham bonus yang akan dibagikan.

Cum berarti berhak memperoleh right untuk membeli saham hasil right-issue. Tanggal cum right adalah tanggal terakhir pembeli saham mendapatkan right. Sedangkan ex right berarti tidak berhak memperoleh right untuk membeli saham hasil right issue.

Analisa Saham
Halaman Selanjutnya